Kemiskinan Multidimensi Anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur: Sebuah Analisis dengan Multiple Overlapping Deprivation Analysis

Penulis

  • Astrid Bestari Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur
  • Apriliani Gustiana Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur

Kata Kunci:

Anak, Kemiskinan anak, Moda, Susenas

Abstrak

Seorang anak memiliki peluang lebih besar untuk mengalami kemiskinan dalam hidupnya. Bagi anak-anak, kemiskinan berarti lebih dari sekadar kekurangan uang. Anak-anak yang tumbuh dalam kemiskinan cenderung kekurangan makanan, sanitasi, tempat berlindung, perawatan kesehatan, dan pendidikan yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup dan berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perampasan hak dasar anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menerapkan kerangka kerja Multidimensional Overlapping Deprivation Analysis (MODA). Data yang digunakan dalam analisis ini adalah data sosial ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Timur hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Maret 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 dari 10 anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami deprivasi dimensi multidimensi (minimal dua dimensi). Sebagian besar anak usia 0-4 tahun mengalami deprivasi dalam lima dimensi, sedangkan sebagian besar anak usia 5-17 tahun mengalami deprivasi dalam empat dimensi. Anak-anak dalam kelompok usia 0-4 tahun paling banyak mengalami deprivasi dalam dimensi perumahan. Begitu pula dengan anak-anak pada kelompok usia 5-17 tahun, 8 dari 10 anak pada kelompok usia ini tinggal di rumah dengan kondisi lantai dan dinding di bawah standar nasional dan internasional. Jika dilihat dari jenis wilayahnya, anak di pedesaan lebih rentan mengalami deprivasi dibandingkan dengan anak di perkotaan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Badan Pusat Statistik. (2017). Analisis Kemiskinan Anak dan Deprivasi Hak-hak Dasar Anak Di Indonesia. Badan Pusat Statistik

Bradbury, Bruce. (2010). Child Poverty: A Review. SSRN Electronic Journal

Gordon, David. (2004). Child Poverty in the Developing World. Children, Youth and Environments, 14(1), 249–254.

Hadiwidjaja, Paladines, & Wai-Poi. (2013). The Many Dimensions of Child Poverty in Indonesia: Patterns, Differences, and Associations. Conference: Child Poverty and Social Protection Conference.

https://www.unicef-irc.org/research/multidimensional-child-poverty/#moda-diff-mpi, di akses pada 16 Februari 2023

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562207/#:~:text=Another%20way%20to%20generalize%20caloric,45%20kcal%2Fkg%2Fday, di akses pada 29 Maret 2023

https://www.detik.com/edu/sekolah/d-5614625/ini-manfaat-dan-pentingnya-pendidikan-anak-usia-dini akses 3 Mei 2023

Tantan N. R. and E. T. Astuti. (2021). Measuring Child Poverty in Jakarta Metropolitan Area Using a Multidimensional Perspective. The 1st International Conference on Data Science and Official Statistics

Unicef. (2020). Measurement of Multidimensional Child Poverty. Unicef

Unduhan

Diterbitkan

28-06-2023

Cara Mengutip

Bestari, A., & Gustiana, A. (2023). Kemiskinan Multidimensi Anak di Provinsi Nusa Tenggara Timur: Sebuah Analisis dengan Multiple Overlapping Deprivation Analysis. Jurnal Statistika Terapan (JSTAR), 3(01), 1–26. Diambil dari https://mail.jstar.id/ojs/index.php/JSTAR/article/view/42

Terbitan

Bagian

Daftar Isi Artikel