Determinan Status Kerawanan Pangan Rumah Tangga Di Provinsi Nusa Tenggara Timur: Analisis Regresi Logistik

Penulis

  • Anna Ellenora Nainupu Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur
  • Kadir Badan Pusat Statistik

Kata Kunci:

food insecurity, East Nusa Tenggara, logistic regression, SDGs

Abstrak

Salah satu dimensi kemiskinan adalah kelaparan atau kerawanan pangan. Kerawanan pangan terkait erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama Tujuan 2, yang bertujuan untuk mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, meningkatkan gizi, dan mempromosikan pertanian berkelanjutan. Data terakhir menunjukkan prevalensi penduduk dengan kerawanan pangan sedang/berat di Provinsi Nusa Tenggara Timur tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variabel sosial ekonomi yang mempengaruhi status kerawanan pangan rumah tangga. Hasil estimasi model regresi logistik menunjukkan bahwa status perkotaan/pedesaan, jumlah anggota rumah tangga, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pekerjaan, bidang usaha kepala rumah tangga, kepemilikan tanah, dan pangsa pengeluaran pangan secara signifikan mempengaruhi kerawanan pangan rumah tangga. Dari variabel tersebut, ada tiga variabel penting yang harus diperhatikan untuk kasus NTT, yaitu jumlah anggota rumah tangga, tingkat pendidikan kepala rumah tangga, dan porsi pengeluaran makanan rumah tangga. Intervensi seperti memperluas promosi KB, melaksanakan pendidikan nonformal (Kelompok Belajar Paket A, B, C) bagi kepala rumah tangga non usia sekolah, dan memastikan program pemberdayaan masyarakat sasaran masih relevan untuk mempercepat penurunan kerawanan pangan rumah tangga.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ernawati. (2012). Peningkatan Ketahanan Pangan Di Daerah Perbatasan: Studi Kasus Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sosioteknologi, 27(11), 169–177. https://multisite.itb.ac.id/kkik-fsrd/wp-content/uploads/sites/154/2007/04/3.Erna_.pdf

Tono, Juanda, B., Barus, B., & Martianto, D. (2016). Kerentanan Pangan Tingkat Desa Di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Gizi Dan Pangan, 11(3), 227–236. http://journal.ipb.ac.id/index.php/jgizipangan

Saputra, M. F., Firdaus, M., & Novianti, T. (2019). Consumption Patterns of Non Carbohydrate Food in Secure and Insecure Provinces (East Kalimantan and East Nusa Tenggara Province). AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 5(2), 129–139. http://dx.doi.org/10.18196/agr.5282

Pujilestari, T., & Haryanto, T. (2020). Peran Perempuan Dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Media Trend, 15(2), 319–332. https://doi.org/10.21107/mediatrend.v15i2.7439

Himi, S. N., & Majumder, Mohammad Amirul Islam, S. M. (2020). Determinants Of Food Insecurity Status Of Fisheries Community In Coastal Regions Of Bangladesh. The Bangladesh Journal of Agricultural Economics, 41(2), 17–28.

Broussard, N. H. (2019). What explains gender differences in food insecurity? Food Policy, 83(January 2018), 180–194. https://doi.org/10.1016/j.foodpol.2019.01.003

Fathonah, T. W., & Prasodjo, N. W. (2011). Tingkat Ketahanan Pangan Pada Rumahtangga Yang Dikepalai Pria Dan Rumahtangga Yang Dikepalai Wanita. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 5(2), 197–216. https://doi.org/10.22500/sodality.v5i2.5822

Magaña-Lemus, D., Ishdorj, A., Rosson, C. P., & Lara-Álvarez, J. (2016). Determinants of household food insecurity in Mexico. Agricultural and Food Economics, 4(1). https://doi.org/10.1186/s40100-016-0054-9

Rasmiati, H., Bakce, D., & Khaswarina, S. (2016). Faktor Determinan Tingkat Ketahanan Pangan Rumahtangga Peserta Program Desa Mandiri Pangan (Demapan) Di Provinsi Riau. Dinamika Pertanian, 32(3), 1–7. https://journal.uir.ac.id/index.php/dinamikapertanian/article/view/1246

Kadir, & Prasetyo, O. R. (2021). Kajian Pengukuran Skala Pengalaman Kerawanan Pangan Pada Rumah Tangga Pertanian: Hasil Uji Coba Survei Pertanian Terintegrasi. Jurnal Litbang Sukowati: Media Penelitian Dan Pengembangan, 5(1), 93–107. https://doi.org/10.32630/sukowati.v5i1.258

Ilham, N., & Sinaga, B. M. (2007). Penggunaan Pangsa Pengeluaran Pangan Sebagai Indikator Komposit Ketahanan Pangan. SOCA (Socio-Economic of Agriculturre and Agribusiness), 7(3), 1–22. ojs.unud.ac.id/index.php/soca/article/.../4217/3200

Iram, U., & Butt, M. S. (2004). Determinants of household food security: An empirical analysis for Pakistan. International Journal of Social Economics, 31(8), 753–766. https://doi.org/10.1108/03068290410546011

Deaton, A., & Muellbauer, J. (1981). Economics and Consumer Behaviour. In Journal of the Royal Statistical Society. Series A (General) (Vol. 144, Issue 4). https://doi.org/10.2307/2981834

Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur. (2022). Keadaan Ketenagakerjaan Nusa Tenggara Timur Agustus 2022. In Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur (Issue 27). https://ntt.bps.go.id/pressrelease/2022/11/07/1088/tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-3-54-persen.html

Herlina, Sartono, B., & Susetyo, B. (2020). Kajian Validitas Instrumen Pengukuran Skala. Indonesian Journal of Statistics and Its Applications, 4(1), 136–155.

Kemenkes RI. (2019). Angka Kecukupan Gizi Mayarakat Indonesia. Permenkes Nomor 28 Tahun 2019, Nomor 65(879), 2004–2006.

Kadir, K., & Prasetyo, O. R. (2022). Adoption of Agriculture Mechanization on Paddy Farmers in Indonesia: Demographic Determinants, Internet Access Influence, and The Impact of Adoption on The Yield. Jurnal Aplikasi Statistika & Komputasi Statistik, 14(1), 118–130. https://doi.org/10.34123/jurnalasks.v14i1.392

Hosmer, D. W., & Lemeshow, S. (1991). Applied Logistic Regression. Biometrics, 47(4), 1632. https://doi.org/10.2307/2532419

Unduhan

Diterbitkan

28-06-2023

Cara Mengutip

Nainupu, A. E., & Kadir. (2023). Determinan Status Kerawanan Pangan Rumah Tangga Di Provinsi Nusa Tenggara Timur: Analisis Regresi Logistik. Jurnal Statistika Terapan (JSTAR), 3(01), 37–49. Diambil dari https://mail.jstar.id/ojs/index.php/JSTAR/article/view/38

Terbitan

Bagian

Daftar Isi Artikel